Minggu, 29 Juli 2012

Proyek Filipus II

Si perusak

Seekor anjing asyik menikmati makanan pemberian tuannya. Nasi dicampur dengan daging sapi. Sementara semangkok susu menantinya juga. dengan lahap anjing itu menghabiskan makanan tanpa tersisa. Begitu setiap hari sang tuan menyediakan makanan berkualitas. Pantas saja badannya sehat dan bulunya halus.

Seekor kutu mendekatinya dengan penuh iba. " Anjing yang baik, maukah kamu menolong aku ? " pintanya memelas. " Hai kutu, apa yang bisa aku lakukan untuk menolongmu ? " Tanya sang anjing. " Aku kedinginan dan kelaparan. Sudah beberapa hari aku tidak memiliki tempat tinggal, " kata sang kutu. Sang anjing menatap kutu dengan penuh iba. " Apa yang kamu inginkan kutu ? " tanya sang anjing. " bolehkah aku tinggal di tubuhmu ? mungkin hanya beberapa hari saja. Barangkali... beberapa tetes darahmu sudah cukup membuatku kenyang, " pinta sang kutu. Sang anjing berpikir : " kalau hanya satu kutu aku rasa tidak akan apa-apa. Toh... hanya satu, sedangkan tubuhku besar dan kuat. Kehilangan beberapa tetes darah tak berarti bagiku. " Demikian sang anjing mencoba memaklumi kesulitan kutu. " Baiklah kutu, kamu boleh tinggal di antara bulu-buluku, " kata sang anjing. Sang kutu senang sekali. Ia langsung menempel pada tubuh sang anjing dan tinggal di antara bulu-bulu anjing yang lembut.

Hari berganti hari, minggu berganti minggu. Kutu yang pada mulanya hanya satu ekor berkembang dan beranak pinak pada tubuh sang anjing. Tubuh sang anjing menjadi kurus, bulu-bulunya rontok. Sang anjing mulai menyadari kekeliruannya. " Kutu, kamu sudah berminggu-minggu tinggal pada tubuhku. Sekarang jumlahmu sangat banyak aku minta kamu pergi dari tubuhku, " kata sang anjing. Sang kutu tertawa : " ha..ha..ha.. mana mungkin aku meninggalkan tubuhmu. Dari darahmu inilah aku bisa hidup! Aku dan anak-anakku. " Sang anjing tak berkutik. Tubuhnya kian lama kian kurus, hanya tinggal kulit dan tulang. Bulunya makin hari makin habis digerogoti ratusan kutu. Ia diusir dari rumah majikan dan hidup terlunta-lunta dijalanan. Akhirnya sang anjing itu mati.

Demikian juga dengan dosa. Mana kala manusia mengizinkan dosa menjadi bagian dari hidupnya. Ia akan menggerogoti dan membunuh perlahan tapi pasti. Hidup manusia mulai hancur ketika manusia memberi peluang kepada dosa untuk menguasai hidupnya. Dosa adalah perusak hidup manusia. Oleh karena dosa manusia jauh dari Allah. Akibatnya, manusia kehilangan rasa damai, tentram dan sukacita. Sebaliknya ketakutan, kekuatiran dan kegelisahan mengisi hari-hari hidupnya. Hidup serasa berada dalam alam maut. Manusia dibutakan oleh dosa sehingga tidak dapat melihat kasih Allah dalam hidunya.

Dosa merusak hubungan manusia dengan Allah

Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaranNya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga ia tidak mendengar, ialah segala dosamu. ( Yesaya 59:1-2 )

Dosa telah memisahkan manusia dengan Sang Pencipta. Akibatnya manusia dibutakan dan tidak dapat merasakan kasih Allah dalam hidupnya. Allah yang Maha segalanya sangat mengasihi manusia tetapi manusia memilih untuk tinggal di dalam dosa.

Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang ( Adam ), dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa. ( Roma 5:12 )



Jawablah!
  1. Apakah yang memisahkan Allah dengan manusia ? ..............................
  2. Mengapa Allah jauh dari manusia ? .........................
  3. Apakah dosa itu ? ............................
  4. Bagaimana dosa masuk ke dalam dunia ? .............................