Rabu, 15 Agustus 2012

Bolehkah orang kristen berhutang ?

Karena berhutang bukan merupakan suatu dosa, maka berhutang boleh saja menurut alkitab. Firman Tuhan tidak melarang seseorang berhutang.

  • Tuhan sendiri menjanjikan akan memberkati umatnya sehingga umatnya dapat memberikan pinjaman kepada banyak bangsa, berarti ada pihak yang akan meminjam, itu artinya meminjam diperbolehkan.
" TUHAN akan membuka bagimu perbendaharaannya yang melimpah, yakni langit, untuk memberi hujan bagi tanahmu pada masanya dan memberkati segala pekerjaanmu, sehingga engkau memberi pinjaman kepada banyak bangsa, tetapi engkau sendiri tidak meminta pinjaman ". ( Ul 28:12 )

  • Tuhan Yesus mengajarkan agar kita tidak menolak orang yang mau meminjam, artinya, meminjam itu tidak disalahkan oleh Yesus.
" Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu ". ( Mat 5:42 )

  • Tuhan Yesus mengajarkan bahwa jika kita meminjamkan, yang berarti bahwa ada orang yang meminjam atau berhutang, maka kita tidak boleh mengharapkan sesuatu balasan.
" Dan jikalau kamu meminjamkan sesuatu kepada orang, karena kamu berharap akan menerima sesuatu dari padanya, apakah jasamu ? Orang-orang berdosa pun  meminjamkan kepada orang-orang berdosa, supaya mereka menerima kembali sama banyak ". ( Luk 6:34 )

  • Paulus mau menanggung hutang Onesimus
Kalau berhutang tidak diperbolehkan oleh firman Tuhan, tentu Rasul Paulus tidak mau menanggung hutang Onesimus.

" Dan kalau dia sudah merugikan engkau ataupun berhutang padamu, tanggungkanlah semuanya itu kepadaku - aku, Paulus, menjaminnya dengan tulisan tanganku sendiri : aku akan membayarnya - ...". ( Flm 1:18-19 )

Dianjurkankah  berhutang ?

Alkitab tidak pernah menganjurkan orang-orang percaya untuk berhutang.

  • Prinsip aliktab adalah anak-anak Tuhan justru dianjurkan untuk memberikan pinjaman dan bukan meminjam karena seharusnya anak-anak Tuhan diberkati hidupnya jika benar-benar mau melakukan akan perintah Tuhan 
" TUHAN akan membuka bagimu perbendaharaan-Nya yang melimpah, yakni langit, untuk memberi hujan bagi tanahmu pada masanya dan memberkati segala pekerjaanmu, sehingga engkau memberi pinjaman kepada banyak bangsa, tetapi engkau sendiri tidak meminta pinjaman ". ( Ul 28:12 )

  • Tuhan tidak ingin anak-anaknya menjadi " budak " namun menjadi orang merdeka.
Karena orang yang berhutang pastilah akan terikat dengan si pemberi hutang. Kita juga perlu mengingat firman Tuhan di dalam kitab Amasl dan kata-kata Rasul Paulus.

" Orang kaya menguasai orang miskin, yang berhutang menjadi budak dari yang menghutang ". ( Ams 22:7 )

" Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apa pun ". ( I Kor 6:12 )



Bagaimana keluar dari jerat hutang

  1. Bila memungkinkan, pindahlah kepada pemberi pinjaman dengan bunga yang lebih murah ( kalau bisa tanpa denda jika membayar terlambat ).
  2. Buat skedul pemasukan, pengeluaran dan pembayaran, dan laksanakan dengan ketat.
  3. Kalau ada harta yang bisa dijual, jual lah itu untuk membayar hutang.
  4. Bila perlu, cari kerja sambilan lainnya yang halal.
  5. Jangan malu, hiduplah dengan sederhana. Lebih baik utamakan pelunasan hutang !
  6. Tetap berdoa agar Tuhan membuka jalan.
SEMOGA TUHAN SELALU MENYERTAI KALIAN SEMUA, AMIN...