Selasa, 07 Agustus 2012

Pandangan Alkitab dan Sikap Kita Terhadap Uang

1. Uang hanya sebagai alat untuk memenuhi berbagai kebutuhan

Pkh 7:12 berkata, " Karena perlindungan hikmat adalah seperti perlindungan uang ..." Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, kita mambutuhkan uang. Uang menjadi sarana yang sangat penting untuk memberikan perlindungan terhadap kemiskinan dan berbagai masalah yang diakibatkan oleh kemiskinan. Dengan uang kita dapat menyatakan kasih dan kepedulian kita terhadap sesama ( I Tim 5:8 ; Kis 20:35 ).

Meskipun uang mempunyai peranan penting untuk memenuhi kebutuhan manusia, namun uang bukanlah segala-galanya, banyak segi di dalam kehidupan manusia yang tidak dapat diukur dan digantikan oleh uang.

2. Uang tidaklah jahat

Rasul Paulus menjelaskan bahwa uang itu sendiri tidaklah jahat, cinta uanglah yang jahat.

" Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka ". ( I Tim 6:10 ).

Perbedaan dari keinginan yang normal akan uang dan cinta akan uang dapat dijelaskan dengan perbedaan nyala api kecil dengan nyala api yang sangat besar. Nyala api kecil / normal dapat dipakai untuk memasak makanan, tetapi nyala api besar dapat melalap habis sebuah hutan.

Keinginan yang normal akan uang sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan hidup, akan memotivasi kita untuk bekerja dan mendapatkan uang. Sedangkan cinta akan uang akan mendorong seseorang untuk melakukan apa saja demi uang. Jangan biarkan diri kita diperhamba oleh uang, tetapi biarlah uang melayani kita dengan cara memandangnya hanya sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan kita.

3. Uang memiliki keterbatasan

Meskipun Salomo memiliki kekayaan yang sangat besar, namun ia mengakui bahwa kelimpahan materi tidak menjamin kebahagiaan seseorang.

Ia menuliskan demikian, " Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Ini pun sia-sia ". ( Pkh 5:9 ).

Melalui uang kita dapat memiliki dan melakukan banyak hal yang kita inginkan, tetapi jangan lupa bahwa banyak pula yang tidak dapat dilakukan oleh uang.

Kekayaan atau uang yang semakin bertambah akan memperbudak orang yang cinta akan uang. Inilah yang Yesus maksudkan dengan " tipu daya kekayaan " di dalam Mat 13:22. Mereka tertipu karena ternyata di dalam kekayaan / uang yang mereka kejar mati-matian, ternyata tidak mereka temukan kepuasan dan kebahagiaan. Keterbatasan uang memang tidak dapat membeli kepuasan dan kebahagiaan, apalagi keselamatan.

4. Tuhan tidak melarang orang menjadi kaya

Pada zaman Alkitab, sudah ada orang kaya maupun orang miskin. Paulus tidak memerintahkan kepada Timotius untuk menyuruh orang kaya meninggalkan kekayaan mereka dan menjadi miskin. Yang ia lakukan adalah menyuruh Timotius menasehati orang-orang kaya untuk membangun sikap yang benar terhadap kekayaan.

" Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaanNya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati. Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya ". ( I Tim 6:17-19 ).

Membangun Sikap Yang Benar Terhadap Uang

1. Merasa puas dengan apa yang kita miliki

Ini bukan berarti kita harus berhenti berusaha karena menganggap bahwa kita tidak bisa lagi mendapatkan berkat yang lebih. Merasa puas di sini adalah dapat menikmati dengan ucapan syukur apa yang Tuhan sudah percayakan dan menganggap semua itu sebagai berkat dari Tuhan ( Ibr 13:5 ; I Tim 6:8 ; Flp 4:11 ).

2. Akui bahwa banyak hal yang jauh lebih penting dari pada uang

Uang bukan segalanya, karena banyak hal yang tidak dapat dibeli dengan uang, seperti : hikmat ( Ams 16:16 ), hidup benar ( Ams 28:6 ; 16:8 ; Mzm 37:16 ), tidur nyenyak ( Pkh 5:11 ), kesehatan ( Luk 8:43 ), ketenangan dan damai sejahtera ( Pkh 4:6 ; Ams 15:16 , 17:1 ).

3. Jika Tuhan memberkati kita secara materi, jangan lupakan dia

Banyak orang yang setelah diberkati secara materi, kemudian melupakan Sang Pemberi berkat dan lebih tertarik pada pemberianNya. Ingat bahwa berkat kekayaan asalnya dari Tuhan saja ( Ul 6:10-12 ; 8:17-18 ; Ams 30:7-9 ).

4. Meskipun semua kekayaan anda hilang, itu tidak akan mempengaruhi hubungan anda dengan Tuhan.

Apa yang kita miliki merupakan kepercayaan dari Tuhan selama kita di dunia. Kalaupun kekayaan Kita hilang, jangan salahkan Tuhan dan kecewa terhadapNya. Hubungan denganNya jauh lebih penting dari pada materi karena materi tidak akan kita bawa pergi ketika meninggal ( Ayb 1:20-22 ).

5. Jangan iri terhadap kekayaan orang lain

Nikmatilah berkat masing-masing yang Tuhan sudah percayakan dan jangan mengukur segala sesuatunya dengan uang atau kekayaan. Ingat, hubungan dengan Tuhan jauh lebih penting ( Mzm 49:17-18 ; Kel 20:17 ).

6. Sadari budaya materialisme dalam masyarakat kita

Materialisme adalah budaya yang mendasarkan segala sesuatunya pada materi atau benda. Melalui berbagai media atau pun iklan ditawarkan gaya hidup materialistis dan ini akan membawa pengaruh negatif bagi kita. Lindungi diri dari pengaruh ini, pastikan bahwa perkara-perkara rohani lebih penting bagi anda.



Bekerjalah semaksimal mungkin, libatkan Tuhan sebagai sumber hikmat dan kekuatan dan nikmatilah hasil jerih lelah anda juga dengan bimbingan Tuhan.
SEMOGA TUHAN SELALU MENYERTAI KALIAN SEMUA, AMIN...