Rabu, 12 September 2012

Sesungguhnya untuk apakah aku ada di dunia ?

Siapa mempercayakan dirinya kepada kekayaannya akan jatuh, tetapi orang benar akan tumbuh seperti daun muda (Ams 11:28 )

Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, ... Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak khawatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah. ( Yeremia 17:7-8 )

Karena di dalam Dialah  telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di surga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, ... segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. ( Kolose 1:16 )

Tujuan hidup anda jauh lebih besar dari pada prestasi pribadi anda, ketenangan pikiran anda, atau bahkan kebahagiaan anda. Ini  jauh lebih besar dari pada keluarga anda, karier anda, atau bahkan mimpi-mimpi terliar dan ambisi anda. Jika anda ingin tahu mengapa anda ditempatkan di planet ini, anda harus memulainya dengan Allah, anda dilahirkan oleh tujuan-Nya dan untuk tujuan-Nya.

Pencarian tujuan hidup telah membingungkan banyak orang selama ribuan tahun. Ini karena kita pada umumnya memulai dengan titik awal yang keliru, yaitu diri kita sendiri. Kita mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang berpusat pada diri sendiri seperti ingin menjadi apakah aku kelak ? Apa yang sebaiknya aku lakukan dengan hidupku ? Apakah sasaran-sasaranku, ambisi-ambisiku, impian-impianku untuk masa depanku ? Tetapi memusatkan perhatian pada diri sendiri tidak akan pernah menyingkapkan tujuan hidup kita. Alkitab berkata, " Bahwa di dalam tangan-Nya terletak nyawa segala yang hidup dan nafas setiap manusia. " (Ayub 12:10 )

Bertentangan dengan apa yang banyak dikatakan oleh buku-buku, film-film dan seminar-seminar terkenal, anda tidak akan menemukan makna hidup anda sendiri. Anda mungkin telah mencobanya. Bukan anda yang menciptakan diri anda, jadi anda sama sekali tidak mengetahui, untuk apa anda diciptakan ! Jika saya memberi anda suatu barang yang belum pernah anda lihat, anda tidak akan mengetahui keinginannya, dan barang tersebut juga tidak akan bisa memberi tahu anda. Hanya pencipta atau buku panduan pemiliknya yang bisa mengungkapkan kegunaan barang itu.

Saya pernah tersesat di pegunungan.  Ketika saya berhenti untuk menanyakan arah pada suatu area perkemahan, saya diberi tahu, " Anda tidak akan bisa ke sana dari sini. Anda harus mulai dari sisi lain gunung tersebut !" Demikian juga, anda tidak bisa sampai pada tujuan hidup anda bila memulainya dengan berpusat pada diri sendiri. Anda harus mengawalinya dengan Allah, Pencipta anda. Anda ada hanya karena Allah menghendaki anda ada. Anda diciptakan oleh Allah dan untuk Allah dan sebelum anda memahaminya, kehidupan tidak akan pernah bisa dipahami hanya di dalam Allahlah kita menemukan asal-usul kita, identitas kita, makna kita, tujuan kita, pentingnya kita, dan masa depan kita. Setiap jalan membawa kepada jalan buntu.

Banyak orang berupaya memanfaatkan Allah untuk aktualisasi diri mereka sendiri, tetapi ini merupakan pemutarbalikkan alam dan pasti gagal. Anda dijadikan untuk Allah, bukan sebaliknya, dan hidup berarti membiarkan Allah memakai anda bagi tujuan-Nya, bukan anda yang menggunakan Allah bagi tujuan anda sendiri. Alkitab berkata, " Karena memikirkan hal-hal yang dari daging merupakan jalan buntu; perhatikan kepada Allah membawa kita ke tempat terbuka, yaitu kepada kehidupan yang bebas dan luas. " ( Roma 8:6 )

Saya telah membaca banyak buku yang menunjukkan cara-cara untuk menemukan tujuan hidup saya. Semua buku tersebut bisa dikelompokkan sebagai buku-buku untuk " menolong diri sendiri " karena buku-buku tersebut mendekati pokok bahasan dari sudut pandang yang berpusat pada diri sendiri. buku-buku untuk menolong diri sendiri, bahkan yang merupakan buku-buku Kristen, biasanya menawarkan beberapa langkah serupa yang bisa diramalkan untuk menemukan tujuan hidup anda :
  • Pertimbangkan impian-impian anda.
  • Perjelas nilai-nilai anda.
  • Tetapkan beberapa sasaran.
  • Temukan kelebihan-kelebihan anda.
  • Miliki tujuan yang tinggi.
  • Capailah !
  • Disiplinkan diri !
  • Yakinlah anda bisa meraih sasaran-sasaran anda.
  • Libatkan orang lain.
  • Jangan pernah menyerah

Tentu saja, rekomendasi tersebut sering kali menghasilkan sukses yang besar. Anda biasanya bisa berhasil dalam meraih suatu sasaran jika anda berkonsentrasi pada sasaran tersebut. Tetapi mencapai sukses dan memenuhi tujuan hidup anda sama sekali bukan hal yang sama ! Anda bisa mencapai semua sasaran-sasaran pribadi anda, menjadi luar biasa berhasil dalam standar dunia, dan tetap tidak mengetahui tujuan-tujuan yang untuknya Allah menciptakan anda. Alkitab mengatakan, " Menolong diri sendiri sama sekali tidak menolong, mengorbankan dirilah caranya, untuk menemukan diri anda, diri sejati anda. " ( Matius 16:25 ).

Lalu, bagaimana anda menemukan tujuan Allah menciptakan anda ? anda memiliki hanya dua pilihan. pilihan pertama anda adalah spekulasi. Inilah pilihan sebagian besar orang. mereka menebak, mereka menduga, mereka berteori. Ketika orang berkata, " saya selalu berfikir bahwa kehidupan adalah ..., " yang mereka maksudkan, " Inilah perkiraan terbaik yang bisa saya hasilkan. "

Selama ribuan tahun, filsuf-filsuf hebat telah berdiskusi dan berspekulasi tentang makna kehidupan. Filsafat adalah suatu ilmu penting dan memiliki manfaat, tetapi apabila filsafat menentukan tujuan hidup itu pun hanya menebak, bahkan filsuf-filsuf yang paling bijak pun sama.

Untunglah, ada suatu pilihan lain dari spekulasi mengenai makna dan tujuan hidup. Yaitu penyataan. Kita bisa melihat pada apa yang telah Allah nyatakan tentang kehidupan di dalam firman-Nya. Cara termudah untuk menemukan tujuan sebuah barang adalah bertanya kepada penciptanya. Hal yang sama berlaku untuk menemukan tujuan hidup anda : tanyakan pada Allah.



Allah tidak meninggalkan kita di dalam kegelapan untuk bertanya-tanya dan menebak. Dengan jelas Dia telah menyatakan lima tujuan-Nya untuk kehidupan kita di dalam Alkitab. Alkitab ialah buku panduan kita, yang menjelaskan mengapa kita hidup, bagaimana kehidupan berjalan, apa yang harus dihindari, dan apa yang bisa terjadi pada masa depan. Alkitab menjelaskan apa yang tidak mungkin diketahui oleh buku untuk menolong diri sendiri atau buku filsafat. Alkitab berkata, " Hikmat Allah ... tersembunyi jauh di dalam maksud-maksud-Nya ...Apa yang Allah tentukan sebagai cara untuk memunculkan hal terbaik yang Ia ciptakan di dalam kita bukanlah berita terbaru, melainkan lebih merupakan berita tertua. " ( 1 Korintus 2:7 ).

Allah bukan sekadar titik awal dalam kehidupan anda; Dialah sumber kehidupan. Untuk menemukan tujuan hidup anda, anda harus melihat firman Allah, bukan hikmat dunia. Anda harus membangun kehidupan anda di atas kebenaran-kebenaran kekal, bukan psikologi umum, motivasi sukses, atau kisah-kisah yang memberi inspirasi. Alkitab berkata, " Di dalam Kristuslah kita menemukan siapa kita dan untuk apa kita hidup. Jauh sebelum kita mendengar tentang Kristus untuk pertama kali, merancang kita bagi kehidupan yang penuh kemuliaan, bagian dari keseluruhan tujuan yang Dia kerjakan di dalam segala sesuatu dan semua orang. " ( Efesus 1:11 ). Ayat ini memberikan tiga wawasan ke dalam tujuan anda.
  1. Anda menemukan identitas dan tujuan anda melalui hubungan dengan Yesus Kristus. Jika anda tidak memiliki hubungan semacam itu, berarti anda tidak akan pernah mendapatkan tujuan hidup anda di dunia ini.
  2. Allah memikirkan Anda jauh sebelum anda pernah berpikir mengenai-Nya. Tujuan-Nya bagi kehidupan anda telah ada sebelum keberadaan anda. Dia merencanakannya sebelum anda ada, tanpa masukan anda ! anda boleh memilih karier anda, pasangan anda, hobi anda, dan banyak bagian lain dari kehidupan anda, tetapi anda tidak bisa memilih tujuan anda.
  3. Tujuan hidup anda sesuai dengan tujuan yang jauh lebih besar dan menyangkut alam semesta yang telah Allah rancang bagi kekekalan.