Jumat, 26 Oktober 2012

Kunci mengalami ketenangan hidup

Baca : Mazmur 62:1-13

Di manakah kita akan menemukan ketenangan dalam hidup ini ?

Banyak orang berpikir bahwa hidup tenang hanya akan mereka rasakan ketika mereka punya uang ratusan juta atau deposito di bank, kekayaan yang melimpah, punya satpam yang menjaga rumah kita selama 24 jam penuh dan sebagainya. Fakta membuktikan, banyak orang kaya yang hidupnya tidak tenang : selalu was-was dengan hartanya, khawatir dengan perusahaannya dan lain-lain. Namun pemazmur menegaskan bahwa orang yang tinggal di dalam Tuhan ( dekat dengan Tuhan ) pasti akan mengalami ketenangan dalam hidupnya. Masalah boleh saja datang, namun kita percaya bahwa Tuhan tidak pernah membiarkan dan meninggalkan kita. Alkitab mengatakan, " Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau. " ( Ibrani 13:5b ).

Hidup dalam ketidaktenangan, kacau, khawatir, cemas, panik dan lain-lain adalah hal yang sangat disukai oleh iblis. Sebab orang yang tidak tenang dalam hidupnya pasti akan mengalami kesulitan untuk berdoa dan fokus kepada Tuhan. Itulah sebabnya Rasul Petrus menasihati, " Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa. " ( 1 Petrus 4:7b ). Doa yang lahir dari hati yang tenanglah yang dapat merasakan hadirat Tuhan.

Apa kunci mengalami ketenangan ?

Pertama, dekat dengan Tuhan atau memiliki hubungan yang karib dengan Tuhan ( melakukan firman Tuhan ). Ini berarti kita tidak meninggalkan jam-jam doa dan juga ibadah kita. Daud adalah contoh pribadi yang sangat dekat dengan Tuhan. " Betapa disenangi tempat kediaman-Mu, ya Tuhan semesta alam ! Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain ; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik. " ( Mazmur 84:2, 11 )

Kedua, punya penyerahan diri kepada Tuhan. Artinya kita mempercayakan hidup kita sepenuhnya kepada Tuhan. Nasihat Daud, " Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak. " ( Mazmur 37:5 )

Ketiga, hidup dalam kebenaran. Alkitab mengatakan, " Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya. " ( Yesaya 32:17 )

IMAN KEPADA YESUS KRISTUS MENGALAHKAN DUNIA

Minggu, 21 Oktober 2012

Berbagai manfaat kehidupan yang digerakkan oleh tujuan

Ada lima manfaat besar dari kehidupan yang memiliki tujuan :

Mengenali tujuan anda memberi makna bagi kehidupan anda.

Kita diciptakan untuk memiliki makna. Itulah sebabnya manusia mencoba metode-metode yang meragukan, seperti astrologi atau fisika, untuk menemukan makna tersebut. Apabila kehidupan memiliki makna, anda bisa menanggung hampir segala hal; tanpa makna, tidak ada sesuatupun yang bisa ditanggung.

Tanpa Allah, kehidupan tidak memiliki tujuan, dan tanpa tujuan, kehidupan tidak memiliki makna. Tanpa makna, kehidupan tidak memiliki arti atau harapan. Dalam alkitab, bermacam-macam orang mengekspresikan keputusasaan ini. Yesaya mengeluh, " Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna. " ( Yesaya 49:4 ) Ayub berkata, " Hari-hari hidupku meluncur dengan cepatnya, habis tanpa harapan. " ( Ayub 7:6 ) dan " Aku jemu, aku tidak mau hidup untuk selama-lamanya. Biarkanlah aku, karena hari-hari ku hanya seperti hembusan nafas saja. " ( Ayub 7:16 ) Tragedi terbesar bukanlah kematian, melainkan kehidupan tanpa tujuan.

Jika anda merasa putus asa, bertahanlah ! Perubahan-perubahan yang mengagumkan akan terjadi dalam kehidupan anda ketika anda mulai menjalaninya dengan suatu tujuan. Allah berfirman, " Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, ...yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. " ( Yeremia 29:11 ) Anda mungkin merasa sedang menghadapi suatu situasi yang mustahil, tetapi Alkitab berkata, " Allah ... dapat melakukan jauh lebih banyak hal dari pada yang berani kita bayangkan - sama sekali melebihi segala doa, keinginan, pikiran dan pengharapan kita. " ( Efesus 3:20 )

Mengenali tujuan anda memudahkan kehidupan anda.

Tujuan hidup menetapkan apa yang anda kerjakan dan apa yang tidak anda kerjakan. Tujuan anda menjadi patokan yang anda pakai untuk mengevaluasi kegiatan-kegiatan mana yang penting dan mana yang tidak. Anda hanya bertanya, " Apakah kegiatan ini membantu saya memenuhi salah satu dari tujuan Allah bagi kehidupan saya ? "

Tanpa suatu tujuan yang jelas anda tidak memiliki dasar di mana anda melandasi keputusan anda, membagi waktu anda, dan menggunakan sumber daya anda. Anda akan cenderung membuat pilihan-pilihan berdasarkan situasi, tekanan dan suasana hati anda kala itu. Orang-orang yang tidak mengenali tujuan mereka berusaha untuk melakukan terlalu banyak hal dan hal itulah yang menyebabkan rasa tertekan, kelelahan dan konflik.

Mustahil melakukan segala hal yang orang lain ingin anda lakukan. Anda hanya memiliki cukup waktu untuk melakukan kehendak Allah. Jika anda tidak bisa menyelesaikan semuanya, itu berarti anda sedang mencoba melakukan lebih dari apa yang Allah maksudkan untuk anda lakukan ( atau, mungkin, anda terlalu banyak menonton televisi ). Kehidupan yang memiliki tujuan membawa pada gaya hidup yang lebih sederhana dan jadwal yang lebih terkendali. Alkitab berkata, " kehidupan yang mewah dan suka pamer adalah kehidupan yang kosong ; kehidupan yang biasa dan sederhana adalah kehidupan yang penuh. " ( Amsal 13:7 ) Kehidupan yang memiliki tujuan juga membawa kepada ketenangan pikiran : " Engkau, TUHAN, memberikan damai sejahtera yang sempurna kepada orang-orang yang mengikuti dengan teguh tujuan mereka dan menaruh kepercayaan mereka kepada-Mu." ( Yesaya 26:3 ).

Mengenali tujuan anda membuat kehidupan anda memiliki fokus

Tujuan itu akan memusatkan usaha dan energi anda pada apa yang penting. Anda menjadi efektif karena bersikap selektif.

Tanpa tujuan yang jelas, anda akan terus mengubah arah, pekerjaan, hubungan, gereja, atau lingkungan - dengan berharap bahwa setiap perubahan akan menghentikan kebingungan atau mengisi kekosongan di dalam hati anda. Anda berpikir, mungkin sekarang akan berbeda, tetapi itu tidak memecahkan masalah anda yang sesungguhnya, yaitu kurangnya fokus dan tujuan.

Alkitab berkata, " Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan. " ( Efesus 5:17 )

Kuasa karena memiliki fokus adalah ibarat cahaya. Cahaya yang menyebar memiliki sedikit kuasa atau pengaruh, tetapi anda bisa memusatkan energinya dengan memfokuskannya. Dengan kaca pembesar, sinar matahari bisa difokuskan untuk membakar rumput atau kertas. Ketika cahaya lebih difokuskan lagi seperti sinar laser, ia bisa memotong baja.

Rahasianya adalah kehidupan yang terfokus. Paulus berkata, " Aku memfokuskan seluruh tenagaku pada satu hal ini : Melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku. " ( Filipi 3:13 )

Jika anda ingin hidup anda memiliki pengaruh, fokuskanlah ! Berhentilah bermain-main. Berhentilah mencoba melakukan segala hal. Kurangi hal-hal yang anda lakukan. Bahkan kurangi kegiatan-kegiatan yang baik dan hanya melakukan hal-hal yang paling penting. Jangan pernah mengacaukan antara aktivitas dengan produktivitas. Anda bisa sibuk tanpa memiliki tujuan, tetapi apa gunanya ? Paulus berkata, " Marilah kita tetap fokus pada sasaran itu, kita yang ingin mencapai segala sesuatu yang Allah sediakan bagi kita. " ( Filipi 3:15 )

Mengenali tujuan anda akan memotivasi kehidupan anda

Tujuan selalu menghasilkan keinginan yang kuat. Tidak ada yang bisa membangkitkan energi seperti tujuan yang jelas. Sebaliknya, keinginan yang kuat memudar bila anda tidak mempunyai tujuan. Bangun dari tempat tidur saja menjadi suatu tugas besar. Biasanya pekerjaan yang tidak berarti, dan bukan kelebihan kerja, yang meletihkan kita, menguras tenaga kita, dan merampas sukacita kita.

Anda tidak ditempatkan di bumi untuk diingat. Anda ditempatkan di sini untuk bersiap-siap menghadapi kekekalan.

Mengenali tujuan anda akan mempersiapkan anda untuk menghadapi kekekalan

Banyak orang menghabiskan hidupnya dengan berupaya menciptakan warisan yang tanpa akhir di bumi. Hidup untuk menghasilkan warisan dunia adalah sasaran yang dangkal. Adalah lebih bijaksana kalau orang menggunakan waktunya untuk membangun suatu warisan kekal.

 Suatu hari anda akan berdiri di hadapan Allah, dan dia akan memeriksa kehidupan anda, suatu ujian akhir, sebelum anda memasuki kekekalan. Alkitab mengatakan, " Sebab kita semua harus menghadapi takhta pengadilan Allah ... Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah. " ( Roma 14:10b,12 ) Untunglah, Allah ingin kita lulus ujian tersebut, karena Dia telah memberi kita pertanyaan-pertanyaannya sebelumnya. Dari Alkitab kita bisa menyimpulkan bahwa Allah akan menanyai kita dengan dua pertanyaan penting :

Pertama, " Apa yang telah kamu lakukan terhadap Anak-Ku, Yesus Kristus ? "
Allah tidak akan bertanya tentang latar belakang agama atau pandangan doktrin anda. Satu-satunya hal yang penting adalah apakah anda menerima apa yang Yesus kerjakan bagi anda dan apakah anda belajar untuk mengasihi dan mempercayai-Nya ? Yesus berkata, " Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. " ( Yohanes 14:6 )

Kedua, "Apa yang telah kamu lakukan terhadap apa yang telah Aku berikan kepadamu ?"
Apa yang telah anda lakukan dengan kehidupan anda, yakni semua karunia, talenta, kesempatan, energi, hubungan, dan kekayaan yang telah Allah berikan kepada anda ? Apakah anda menggunakannya bagi diri anda sendiri, ataukah anda menggunakannya bagi tujuan-tujuan yang untuknya Allah menciptakan anda ?