Senin, 29 September 2014

Direncanakan Bagi Kesenangan Allah

Engkau telah menciptakan segala sesuatu, dan bagi kesenangan-Mu semuanya itu ada dan diciptakan. 
( Wahyu 4:11 )

Tuhan mendapat kesenangan di dalam umat-Nya. 
 ( Mazmur 149:4a )

Pada saat anda dilahirkan ke dunia, Allah ada di sana sebagai saksi yang tak kelihatan, tersenyum atas kelahiran anda. Dia ingin anda hidup, dan kelahiran anda memberi-Nya kesenangan besar. Allah tidak perlu menciptakan anda, tetapi Dia memilih untuk menciptakan anda demi kesenangan-Nya sendiri. Anda ada untuk kepentingan-Nya, untuk kemuliaan-Nya, untuk tujuan-Nya dan untuk kesenangan-Nya.

Mendatangkan kegembiraan bagi Allah, hidup bagi kesenangan-Nya, adalah tujuan pertama hidup anda. Apabila anda memahami kebenaran ini sepenuhnya, anda tidak akan pernah lagi memiliki masalah dengan perasaan tidak berarti. Kebenaran itu membuktikan betapa anda berharga. Kalau anda sedemikian penting bagi Allah, dan Dia menganggap anda cukup berharga untuk ada bersama-Nya dalam kekekalan, apa lagi yang bisa anda anggap lebih penting dari itu ? Anda adalah anak Allah, dan anda mendatangkan kesenangan bagi Allah lebih dari hal lain apa pun yang pernah Dia ciptakan. Alkitab berkata, " Karena kasih-Nya Allah telah memutuskan bahwa melalui Yesus Kristus Dia akan menjadikan kita anak-anak-Nya, inilah kesenangan dan tujuan-Nya." ( Efesus 1:5 )

Salah satu pemberian terbesar Allah kepada anda adalah kemampuan untuk menikmati kesenangan. Dia memperlengkapi anda dengan panca indera dan emosi sehingga anda bisa mengalaminya. Dia ingin agar anda menikmati kehidupan, bukan hanya menjalaninya. Alasan mengapa anda bisa menikmati kesenangan adalah karena Allah menjadikan anda menurut gambar-Nya.

Kita sering lupa bahwa Allah memiliki emosi juga. Dia merasakan berbagai hal dengan sangat mendalam. Alkitab memberi tahu kita bahwa Allah menyesal, cemburu dan marah, serta merasa sayang, sedih dan kasih serta juga sukacita, kegembiraan dan kepuasan. Allah mengasihi, bersuka, senang, bersorak, menikmati dan bahkan tertawa ! ( Kejadian 6:6 ; Keluaran 20:5 ; Ulangan 32:36 ; Hakim-hakim 2:20 ; 1Raja-raja 10:9 ; 1Tawarikh 16:27 ; Mazmur 2:4 ; 18:19 ; 35:27 ; 37:23 ; 103:13 ; 104:31 ; Yehezkiel 5:13 ; Yohanes 4:16 ).

Mendatangkan kesenangan bagi Allah disebut " penyembahan. "

Alkitab berkata, " TUHAN senang hanya kepada orang-orang yang menyembah Dia, kepada orang-orang yang berharap akan kasih setia-Nya." ( Mazmur 17:11 ).
Segala perbuatan anda yang mendatangkan kesenangan bagi Allah merupakan tindakan penyembahan. Penyembahan sama alaminya seperti makan atau bernafas, jika kita gagal menyembah Allah kita selalu menemukan sebuah pengganti meskipun akhirnya pengganti itu adalah diri kita sendiri. Alasan mengapa Allah menciptakan kita dengan keinginan ini adalah karena Dia mendambakan penyembah- penyembah ! Yesus berkata, " Bapa menghendaki penyembah-penyembah. " ( Yohanes 4:23 )

Tergantung pada latar belakang agama anda, anda mungkin perlu memperluas pemahaman anda tentang " Penyembahan." Anda mungkin berpikir tentang ibadah minggu dengan menyanyi, berdoa, dan mendengarkan khotbah. atau anda mungkin berpikir tentang upacara-upacara, lilin-lilin dan perjamuan. atau anda mungkin berpikir tentang kesembuhan, mukjizat, dan pengalaman-pengalaman ekstatis. Itu semua adalah unsur-unsur penyembahan, tetapi penyembahan jauh lebih dari sekadar ekspresi-ekspresi itu. Penyembahan adalah gaya hidup.

PENYEMBAHAN JAUH LEBIH DARI SEKADAR MUSIK

Bagi banyak orang, penyembahan sama dengan musik. Mereka berkata, " Di gereja kami, kami terlebih dulu melakukan penyembahan, kemudian pengajaran." Ini merupakan kesalahpahaman besar. Setiap bagian dari ibadah gereja adalah tindakan penyembahan : berdoa, membaca Alkitab, menyanyi, mengaku dosa, diam, saat teduh, mendengarkan khotbah, mencatat, memberi persembahan, baptisan, perjamuan kudus, menandatangani kartu komitmen, dan bahkan menyambut penyembah-penyembah yang lain.

Sebenarnya, penyembahan ada lebih dulu dari musik. Adam menyembah di Taman Eden, tetapi musik tidak disebutkan sampai Kejadian 4:21 bersama kelahiran Yubal. Jika penyembahan hanya berarti musik, maka semua orang yang tidak memiliki bakat musik tidak pernah bisa menyembah. Penyembahan jauh lebih dari sekadar musik.

Lebih buruk lagi, " penyembahan " sering kali secara salah digunakan untuk menunjuk pada gaya musik tertentu : " Mula-mula kami menyanyikan sebuah lagu, kemudian, sebuah pujian dan penyembahan. " Atau, " Saya menyukai lagu-lagu pujian yang cepat tetapi paling menikmati lagu-lagu penyembahan yang lambat."

Dalam pemakaian ini, jika sebuah lagu itu cepat atau keras atau menggunakan alat musik yang terbuat dari kuningan, lagu tersebut dianggap " pujian." Tetapi jika lagu itu lambat, syahdu, dan intim, mungkin diiringi gitar, itulah penyembahan. Inilah kesalahan penggunaan yang umum dari istilah " penyembahan."

Penyembahan tidak ada kaitannya dengan gaya atau volume atau kecepatan lagu. Allah menyukai semua jenis musik karena Dia menciptakan semuanya, cepat dan lambat, keras dan lembut, lama dan baru. Anda mungkin tidak menyukai semuanya, tetapi Allah menyukainya ! Jika lagu itu dipersembahkan kepada Allah dalam Roh dan kebenaran, itu merupakan tindakan penyembahan.
Orang-orang kristen sering kali tidak sepakat tentang gaya musik yang digunakan di dalam ibadah, dengan gigih mempertahankan gaya yang mereka sukai sebagai paling alkitabiah atau paling menghormati Allah. Tetapi tidak ada gaya musik yang alkitabiah ! Tidak ada catatan-catatan musik di dalam Alkitab ; kita bahkan tidak memiliki alat-alat musik yang mereka gunakan pada zaman Alkitab.

Sebetulnya, gaya musik yang anda paling sukai berbicara lebih banyak tentang anda, yakni latar belakang dan kepribadian anda, ketimbang tentang Allah. Musik suatu kelompok etnik bisa kedengaran seperti sebuah keributan bagi kelompok lainnya. Tetapi Allah menyukai keragaman dan menikmati semuanya.

Tidak ada yang disebut musik " Kristen " ; yang ada hanyalah lirik-lirik kristen. Kata-katalah yang membuat sebuah lagu sakral, bukan nadanya. tidak ada yang rohani. Jika saya memainkan sebuah lagu bagi anda tanpa kata-kata, anda sama sekali tidak akan tahu apakah lagu tersebut merupakan sebuah lagu " Kristen ."

PENYEMBAHAN BUKANLAH UNTUK KEPENTINGAN ANDA

Sebagai seorang gembala sidang, saya menerima catatan yang mengatakan, " saya suka penyembahan hari ini. Saya mendapatkan banyak hal dari situ." Inilah pandangan salah lainnya mengenai penyembahan. Penyembahan bukanlah bagi kepentingan kita ! kita menyembah demi kepentingan Allah. Ketika kita menyembah, tujuan kita adalah untuk mendatangkan kesenangan bagi Allah, bukan bagi diri kita sendiri.

Jika kita pernah berkata," Saya tidak mendapatkan apapun dari penyembahan hari ini," Anda menyembah untuk alasan yang keliru. Penyembahan bukanlah bagi anda, melainkan itu bagi Allah. Tentu saja, sebagian besar kebaktian " penyembahan " juga meliputi unsur-unsur persekutuan, pembinaan, dan penginjilan, serta ada berbagai manfaat dalam penyembahan, tetapi kita tidak menyembah untuk menyenangkan diri kita sendiri. Tujuan kita adalah mendatangkan kemuliaan dan kesenangan bagi Pencipta kita.

dalam Yesaya 29, Allah mengeluh tentang penyembahan yang setengah hati dan munafik. Bangsa itu mempersembahkan doa-doa panjang, pujian yang tidak tulus, kata-kata kosong, dan upacara-upacara buatan manusia tanpa berpikir tentang maknanya. Hati Allah tidak tersentuh oleh tradisi dalam penyembahan, tetapi oleh kasih dan komitmen. Alkitab berkata, " Dan Tuhan telah berfirman : " Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan." ( Yesaya 29:13 ).

PENYEMBAHAN BUKANLAH BAGIAN DARI KEHIDUPAN ANDA ; PENYEMBAHAN ADALAH KEHIDUPAN ANDA.

Penyembahan bukan hanya untuk kebaktian gereja. Kita disuruh " Sembahlah Dia senantiasa." ( Mazmur 105:4 ) dan " Pujilah Dia dari saat matahari terbit sampai matahari terbenam." ( Mazmur 113:3 ). Dalam Alkitab orang-orang memuji Allah saat di tempat kerja, di rumah, di dalam pertempuran, di penjara dan bahkan di tempat tidur ! Pujian seharusnya merupakan aktivitas pertama ketika anda membuka mata anda pada pagi hari dan aktivitas terakhir ketika anda menutup mata pada malam hari. Daud berkata, " Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu ; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku." ( Mazmur 34:1 ).

Setiap aktivitas bisa diubah menjadi tindakan penyembahan bila anda melakukannya demi pujian, kemuliaan, dan kesenangan Allah. Alkitab berkata, " Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah." ( 1 Korintus 10:31 ).

Bagaimana mungkin melakukan segala sesuatu bagi kemuliaan Allah ? Dengan melakukan segala sesuatu seolah-olah anda sedang melakukannya bagi Yesus dan dengan mengadakan percakapan terus menerus dengan-Nya sementara anda melakukannya. Alkitab berkata, " Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia." ( Kolose 3:23 ).

Inilah rahasia untuk gaya hidup menyembah, yaitu melakukan segala sesuatu seolah-olah anda melakukannya bagi Yesus. Bawalah kehidupan sehari-harimu, yakni tidur, makan, pergi bekerja, dan berjalan-jalan, dan letakkan itu di hadapan Allah sebagai sebuah persembahan.

Ketika saya pertama kali jatuh cinta pada istri saya, saya memikirkannya terus menerus : sementara sarapan, dalam kendaraan ke sekolah, menghadiri kuliah, menunggu antrian di pasar, mengisi bensin, saya tidak bisa berhenti memikirkan wanita ini ! Saya sering kali berbicara kepada diri sendiri mengenai dia dan berpikir tentang segala sesuatu yang saya suka dari dia. Inilah yang menolong saya merasa dekat dengan dia sekalipun kami hidup beberapa ratus mil terpisah dan mengikuti sekolah tinggi yang berbeda. Dengan terus-menerus memikirkannya, saya tinggal dalam cintanya. Inilah arti penyembahan yang sejati, yakni jatuh cinta pada Yesus.